Senin, 02 September 2013

Satu sisi telah terhapus

satu sisi telah terhapus, menyisahkan sedih yang dalam..........
satu setengah dekade telah berlalu ku rindu selalu........
satu sisi takkan kulepas tuk temani hariku.
satu sisi kan kujelang memecah sunyi.

mengingat kawan - kawan dulu membuat sesungging senyum......
satu dua ku temui walau hanya dalam dunia maya.....
saling berkomentar, berbagi tautan melepas penat,
membuang rindu segunung di dalam akun fesbuk......

sebagai manusia pasrah, ku tenggelam dalam doa......
ya seuntai doa untuk satu sisi yang telah berlalu.
sebagai insan yang jauh dari sempurna, ku terbang ke alam harapan,
ya selukis harapan untuk manisnya persahabatan ini.

terimakasih TUHAN untuk pengalaman dua sisi yang berbeda.........

Sore yang indah di bakaran batu.

Sore yang indah di bakaran batu.

Mentari baru saja melepaskan tahtanya pertanda hari memasuki sore. masih menyisakan sedikit panas memang tapi sedikit banyak kipas alami mampu menyeka peluh - peluh ini. cuaca cerah semilir angin yang berhembus ke barat sungguh suatu moment yang indah, lihatlah para buruh perkasa perkasa itu mereka begitu lihai memundak gabah yang baru selesai di panen . bukan perkara mudah melakukannya ....di pundak mereka ada sekitaran 80 kg gabah , di saku belakang terselip arit sebagai alat standartnya . mereka tak butuh topi apalagi helm merk LTD yang mereka kenakan cuma sebuah kaos oblong usang yang di bentuk sedemikian rupa untuk penutup kepala. bukan perkara mudah melakukannya .....lihat mereka begitu lihai bermanuver di atas pematang - pematang kecil dan licin hingga sesekali terjerambab ke dalam pando yang menenggelamkan lutut,..........tidak sampai disitu sesekali kaki - kaki perkasaitupun harus terluka tatkala menginjak pecahan cangkang keong emas. tidak meringis - mengeluh. di sepanjang jalan desa terlihat jajaran colt diesel yang siap untuk mengangkut hasil bumi ini. semua berbaur jadi pemandangan yang panorama sekali. para agen - toke - tengkulak semua ada disini. anak - anak kecil berlarian saling berkejaran seolah turut menyemarakkan panen raya ini. suatu anugerah Tuhan yang paling indah mahakarya yang tak terukur nominalnya. ku stater 125 R masuk perseneling ku pelintir handel gas dengan lembut , seolah enggan rasanya berlalu dari sini. sore yang yang indah di bakaran batu janganlah cepat berlalu..............( sebuah dedikasi dari buruh - buruh perkasa di arena pematang sawah )
Foto: sore yang indah di bakaran batu.
mentari baru saja melepaskan tahtanya pertanda hari memasuki sore. masih menyisakan sedikit panas memang tapi sedikit banyak kipas alami mampu menyeka peluh - peluh ini. cuaca cerah semilir angin yang berhembus ke barat sungguh suatu mnoment yang indah. lihatlah para buruh perkasa perkasa itu .mereka begitu lihai memundak gabah yang baru selesai di panen . bukan perkara mudah melakukannya ....di pundak mereka ada sekitaran 80 kg gabah , di saku belakang terselip arit sebagai alat standartnya . mereka tak butuh topi apalagi helm merk LTD yang mereka kenakan cuma sebuah kaos oblong usang yang di bentuk sedemikian rupa untuk penutup kepala. bukan perkara mudah melakukannya .....lihat mereka begitu lihai bermanuver di atas pematang - pematang kecil dan licin hingga sesekali terjerambab ke dalam pando yang menenggelamkan lutut,..........tidak sampai disitu sesekali kaki - kaki perkasaitupun harus terluka tatkala menginjak pecahan cangkang keong emas. tidak meringis - mengeluh. di sepanjang jalan desa terlihat jajaran colt diesel yang siap  untuk mengangkut hasil bumi ini. semua berbaur jadi pemandangan yang panorama sekali. para agen - toke - tengkulak semua ada disini. anak - anak kecil berlarian saling berkejaran seolah turut menyemarakkan panen raya ini. suatu anugerah Tuhan yang paling indah mahakarya yang tak terukur nominalnya. ku stater 125 R masuk perseneling ku pelintir handel gas dengan lembut , seolah enggan rasanya berlalu dari sini. sore yang yang indah di bakaran batu janganlah cepat berlalu..............( sebuah dedikasi dari buruh - buruh perkasa di arena pematang sawah )