Sore yang indah di bakaran batu.
Mentari baru saja melepaskan tahtanya pertanda hari memasuki sore.
masih menyisakan sedikit panas memang tapi sedikit banyak kipas alami
mampu menyeka peluh - peluh ini. cuaca cerah semilir angin yang
berhembus ke barat sungguh suatu moment yang indah, lihatlah para buruh
perkasa perkasa itu mereka begitu lihai memundak gabah yang baru
selesai di panen . bukan perkara mudah melakukannya ....di pundak mereka
ada sekitaran 80 kg gabah , di saku
belakang terselip arit sebagai alat standartnya . mereka tak butuh topi
apalagi helm merk LTD yang mereka kenakan cuma sebuah kaos oblong usang
yang di bentuk sedemikian rupa untuk penutup kepala. bukan perkara mudah
melakukannya .....lihat mereka begitu lihai bermanuver di atas pematang
- pematang kecil dan licin hingga sesekali terjerambab ke dalam pando
yang menenggelamkan lutut,..........tidak sampai disitu sesekali kaki -
kaki perkasaitupun harus terluka tatkala menginjak pecahan cangkang
keong emas. tidak meringis - mengeluh. di sepanjang jalan desa terlihat
jajaran colt diesel yang siap untuk mengangkut hasil bumi ini. semua
berbaur jadi pemandangan yang panorama sekali. para agen - toke -
tengkulak semua ada disini. anak - anak kecil berlarian saling
berkejaran seolah turut menyemarakkan panen raya ini. suatu anugerah
Tuhan yang paling indah mahakarya yang tak terukur nominalnya. ku stater
125 R masuk perseneling ku pelintir handel gas dengan lembut , seolah
enggan rasanya berlalu dari sini. sore yang yang indah di bakaran batu
janganlah cepat berlalu..............( sebuah dedikasi dari buruh -
buruh perkasa di arena pematang sawah )

Tidak ada komentar:
Posting Komentar